me layout buku

Judul buku : geomorfologi dan hidrologi karst
Tebal buku : 45 halaman
Penyusun   : lutfi eko saputro

Secara etimologis karst berasal dari kata dalam bahasa Slovenia “Krš” ya g artinya adalah batuan dan juga nama geografis bagi suatu daerah yang berada di bagian barat Slovenia yang memiliki bentang alam terdiri atas batuan gamping (Jennings, 1971).
Wilayah karst biasa ditandai dengan adanya aliran sungai sementara dan lembah tanpa sungai atau lembah kering meskipun dalam hal ini keadaan keringnya permukaan tidak selalu pertanda kehadiran aliran sungai bawah tanah. Banyak dari wilayah karst tropis yang didominasi pada awalnya dengan aliran permukaan (Jennings, 1971).
Kondisi batuan gamping yang memiliki aliran bawah tanah secara geologi meiliki struktur yang rumit ataupun sederhana. Wilayah karst yang terbentang di timur Laut Adriatik mengalami tekanan yang kuat sehingga mengalami perlipatan, akibatnya plato di sebelah selatan Perancis mengalami tekanan dan terlipat. Pada kondisi tersebut aliran bawah tanah pada wilayah seperti itu relatif rumit. Bertolak belakang dengan yang terjadi di wilayah gua Carsbald di New Mexico, Indianan, Tennese, dan Kentucky yang memiliki kondisi formasi batuan gamping yang horizontal maka kondisi aliran bawah tanahnya relatif sederhana. Batuan gamping yang terbentang pada wilayah tersebut tentunya akan memiliki beberapa seri dari batuan gamping sehingga nantinya akan berpengaruh kepada karakteristik perkembangan aliran bawah tanah yang ada di wilayah tersebut. (Lobbeck, 1939)
berbicara mengenai hidrologi karst tentunya mempunyai konsekwensi logis yang dapat terbagi menjadi dua topik pembicaraan utama yaitu hidrologi dan karst. Hidrologi , menurut Linsley et. al. (1975) adalah cabang dari ilmu geografi fisik yang berurusan dengan air dimuka bumi dengan sorotan khusus pada sifat, fenomena dan distribusi air di daratan. Hidrologi dikategorikan secara khusus mempelajari kejadian air di daratan/bumi, deskripsi pengaruh sifat daratan terhadap air, pengaruh fisik air terhadap daratan dan mempelajari hubungan air dengan kehidupan. Pada sisi yang lain, karst dikenal sebagai suatu kawasan yang unik dan dicirikan oleh topografi eksokarst seperti lembah karst, doline, uvala, polje, karren, kerucut karst dan berkembangnya sistem drainase bawah permukaan yang jauh Jika kita belajar hidrologi secara umum pasti tidak akan pernah lepas dari siklus hidrologi, yaitu peredaran air di bumi baik itu di atmosfer, di permukaan bumi dan di bawah permukaan bumi. Selama siklus tersebut, air dapat berubah wujudnya yaitu padat, cair maupun gas tergantung dari kondisi lingkungan siklus hidrologi. Jumlah air dalam siklus hidrologi selalu tetap dan hanya berubah distribusinya saja dari waktu ke waktu akibat adanya pengaruh dari faktor tertentu (Adji dan Suyono, 2004). Siklus hidrologi secara umum disajikan pada Gambar 2.1. Seperti disebutkan diatas, karena sifatnya, fokus dari hidrologi karst adalah bukan pada air permukaan tetapi pada air yang tersimpan di bawah tanah pada sistem-sistem drainase bawah permukaan karst

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s